Penghargaan Kritis atas "The Good-Morrow" Ditulis oleh John Donne

"The Good-Morrow" adalah puisi metafisis yang sangat indah. Donne menulisnya di usia yang relatif dini dan puisi itu diterbitkan dalam koleksi berjudul "Lagu dan Sonnet".

Puisi ini adalah lirik singkat dari tiga bait, masing-masing bait yang terdiri dari tujuh baris. Skema rima dari masing-masing stanza adalah ababccc. Puisi dibuka dengan kejutan, yang telah dipromosikan untuk ketergantungan pada cinta di bagian tengah puisi. Di akhir puisi, cinta telah diberikan keabadian. Argumen telah digunakan untuk mengembangkan tema. Puisi itu sesuai dengan tradisi puisi metafisis dalam pengembangan pemikirannya. Ini terbuka secara dramatis.

Pembukaan percakapannya yang tiba-tiba menarik perhatian para pembaca. Kemudian ikuti beberapa pertanyaan yang mengimplikasikan kejutan dari pembicara pada penemuan bahwa mereka telah jatuh cinta sebelum mereka menyadarinya. Kepolosan cinta pada tahap ini telah disarankan oleh perbandingan dengan bayi yang diberi ASI. Keadaan tidak sadar dari para pecinta telah disarankan oleh perbandingan dengan "tujuh tidur". Kemudian sang kekasih meyakinkan pepatah tercintanya bahwa semua imajinasinya tentang cinta terpusat di sekelilingnya.

Dalam bait kedua, sang kekasih dengan sangat percaya diri mengundang kekasihnya untuk menyambut cinta mereka. Dia membandingkan masing-masing dari mereka ke dua dunia terpisah dan mengatakan bahwa mereka bersama-sama merupakan satu dunia. Dalam bait ini ia menggeneralisasikan bahwa cinta murni menyelamatkan seorang kekasih dari jatuh cinta dengan orang lain.

Dalam bait ketiga, sang kekasih kembali mengakui bahwa mereka adalah individu yang terpisah tetapi ia menekankan kesatuan jiwa mereka yang tak terpisahkan. Persatuan jiwa-jiwa, ia dengan penuh percaya diri menuntut, akan terus berlanjut bahkan setelah kematian. Dengan demikian, tema cinta puisi ini berkembang secara logis dari kejutan menjadi keyakinan dan kemudian menuju keabadian.

Gambar-gambar puisi itu hidup. Ada gambar bayi yang diberi ASI, mendengus tujuh orang tidur dan belahan otak. Semua gambar ini telah digunakan untuk menunjukkan sifat unik dari cinta dalam puisi itu. Gambar-gambar, tidak diragukan lagi, mengungkapkan kemampuan penyair dalam membuat gambar-gambar ilmiah.

Puisi ini bebas dari kepahitan, kesedihan dan sinisme. Tidak ada kekecewaan ataupun rasa jijik. Sebuah catatan kepuasan mengalir melalui puisi itu. Pada awalnya nadanya mengejutkan, kemudian bergeser ke kepuasan, dan akhirnya, ke spiritualitas. Selain itu, temanya telah dikembangkan melalui argumen yang menggebu-gebu, dan di sini ia berbeda dari monolog dramatis.